Nokia 6120 classic
Spesifikasi Nokia 6120 classic
General 2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G Network HSDPA 850 / 2100
Announced 2007, April
Status Available
Size Dimensions 105 x 46 x 15 mm, 66 cc
Weight 89 g
Display Type TFT, 16M colors
Size 240 x 320 pixels, 2 inches
Downloadable wallpapers, screensavers
Ringtones Type Polyphonic (64 channels), MP3, AAC
Customization Download, order now
Vibration Yes
Memory Phonebook Practically unlimited entries and fields, Photocall
Call records Detailed, max 30 days
Card slot microSD (TransFlash), up to 8GB, buy memory
35 MB of user memory
64 MB SDRAM, 128 MB ROM
ARM 11, 369 MHz CPU
Data GPRS Class 11
HSCSD Yes, 43.2 kbps
EDGE Class 32, 296 / 177.6 kbits
3G HSDPA
WLAN No
Bluetooth Yes, v2.0 with A2DP
Infrared port No
USB Yes, miniUSB
Features OS Symbian OS v9.2, S60 rel. 3.1
Messaging SMS, MMS, Email, Instant Messaging
Browser WAP 2.0/xHTML, HTML
Games Yes + Downloadable, order now
Colors Black, Pearl, White
Camera 2 MP, 1600×1200 pixels, video(QVGA), flash; secondary QVGA videocall camera
Video calling
Java MIDP 2.0
FM stereo radio
Push to talk
MP3/AAC/MPEG4 player
Office applications (Excel, PDF, Powerpoint, Word, Zip)
Voice memo
T9
Calculator
Built-in handsfree
Battery Standard battery, Li-Ion 890 mAh (BL-5B)
Stand-by Up to 250 h
Talk time Up to 3 h
Yup. Spesifikasi di atas memang cukup lengkap untuk Ny. Selama setahun terakhir Nokia 6120c white itu yang menemani Ny ke mana-mana (lebay mode on). Tetapi, Senin 18 Mei 2009, handphone itu berpindah tangan. Huuuuuaaaaaa….. Copet kuuurrraaaanggg ajjjyyyaaarrrrr!!! Kembaliin HP Ny. Kerasa banget ya kehilangan HP?! Ini kali kedua Ny teledor. Huff.
Begini ceritanya….
Senin, 18 Mei 2009.
Pukul 07.00 WIB, Ny balik ke Bogor karena ada praktikum PSBO pukul 10.00 WIB. Pagi itu Ny pulang sendiri dengan bus Pusaka. Kira-kira pukul 08.00, Ny masih balas comment si status FB (ya…silakan check FB saia pukul berapa tepatnya).
Beberapa saat kemudian, Ny memasukkan dompet ongkos ke dalam tas supaya lebih aman. Dompet itu disiapkan khusus untuk menaruh ongkos, tetapi Ny ingat.. *Upz…kan ada ATM, KTM, dan KTP di dompet itu. Bahaya kalau ditaruh di tas bagian depan.*
Sialnya… Dompet ongkos itu Ny satukan dengan barang-barang lainnya. Dompet untuk uang saku seminggu, HP (yang biasanya taruh di kantong celana), kunci kamar (yang biasanya taruh di tas bagian depan, supaya gampang membuka pintu), charger HP (ga tau kenapa Ny taruh situ), alat tulis, semuanya Ny jadikan satu tempat dalam kantong hijau.
Pukul 08.30 WIB…
*Parung…Parung…Parung…Siap-siap yang parung…* Teriak sang kondektur. Ok… Saatnya turun. Para penumpang mulai berdesak-desakkan ingin lebih cepat turun, termasuk Ny. Beberapa menit kemudian… *Loh, qo tas Ny terbuka sletingnya?* Degdegdegdeg (detak jantung mulai terasa lebih cepat). *GOD…. Kantong hijau Ny ga ada.* Buru-buru Ny turun dari bus dengan tampang panik. Ibu-ibu penumpang bus bilang ada 2 bapak-bapak yang desek-desek Ny. *Dimana mereka? Qo uda ga terlihat?*
Telpon…Telpon mamah… Mau kasih kabar secepatnya.
Merogoh kantong celana.. *Loh…HP Ny mana?* Aaaarrrrrggghhhh… ada di kantong hijau. *Uang… cari wartel, telepon umum, atau apapun. Dompet… Loh, dompet ongkos Ny mana?* Aaaarrrrrggghhhh…. Ny taruh di kantong hijau. Damn!! Ny ga punya uang seratus rupiah pun. *Ovo?* Masih ada, Alhamdulillah. Bagaimana ini?? Pak Polisi.. Di mana Anda? Ny butuh bantuan…
Ke Pos Polisi..
*Pak saya kecopetan. Barusan. Di situ. Boleh minta pulsa buat telpon ke rumah?* Dengan tampang ikhlas, si bapak polisi pun merelakan pulsanya di palak sama Ny. Makasih pak. *Mimi, ade kecopetan. Sekarang ada di parung*. Allah… Merasa bersalah banget sama Orang Tua. Uda dikasih amanat, tinggal pakai ga perlu beli sendiri tapi qo malah hilang.
Pulsa? Malak pak polisi. HP? Malak punya Babe. Uang saku? Dikasih lagi karena sebelumnya diambil si copet. Ke kost? Dianter babe karena ga punya uang sama sekali, padahal beliau harus kerja. Kunci kamar? Ngerepotin Aa Amung buat ganti engsel pintu. Anyyyyy…. Kamu merepotkan sekali!! Allah… Ny mau jadi orang sukses. Pasti bisa… Mau buat Mimi, Babe, Mas bangga sama aku. Amiiiinnn… Jadikan semuanya pengalaman. Selanjutnya harus hati-hati.
Pesan Ny buat teman-teman qu….
1. Kalau naik bis tas ranselnya ditaruh di depan ya. Mau bawa barang sebanyak apa pun, tempat barang-barang berharga harus under control kita.
2. Kalau ga biasa pulang sendiri, lebih baik cari barengan.
3. Taruh barang-barang berharga di tempat terpisah dan susah diambil. Misal dalam kaus kaki. *copet mana yang bakal ngira ada barang berharga di kaus kaki kan?
4. Back up semua data yang ada di handphone. Phonebook, foto, sms, video, music, semua di back up yah. Jangan ditunda.
Jadikan pengalaman Ny sebagai pelajaran ya. ^^
Loading...
hohoho…
Makanya hati-hati…
Kalo pulang nunggu Rendy aja.
hehehe
aan - May 27, 2009 at 2:43 pm
iyah pak… nanti” nunggu c nduth balik ajah. ahay !
ny - May 31, 2009 at 3:25 pm